Rabu, 19 Juni 2013

Cerita para Sufi :)

Syam'un dan Kadar Cintanya kepada Allah.

   Dikisahkan ada jejaka Tua yang ahli ibadah bernama Syam'un. di tengah usianya yang hampir tua itu ia menikahi seorang gadis belia. Dari pernikahan itu ,ia mendapatkan anugrah seorang anak perempuan. Menginjak anak perempuannya itu berusia 3 tahun , hati syam'un sangat menyayanginya, sehingga berkuranglah rasa cinta kepada Allah.
   Pada suatu malam  ia bermimpi seolah-olah hari kiamat telah terjadi dan berkibarlah setiap bendera para Nabi dan wali Allah, di belakang mereka berkibar pula bendera yang sinarnya menjulang tinggi memenuhi ufuk. Ia pun menanyakan mengenai bendera itudan dijawab, " Itulah benderanya orang-orang yang mencintai Allah dengan penuh keikhlasan.
  Syam'un merasa bahwa dirinya termasuk golongan tersebut dan berupaya masuk ke dalam barisan itu, namun ia segera diusir dari golongan itu oleh seorang malaikat. Ia memprotes " Kenapa aku dikeluarkan dari kalangan ini ? padahal aku adalah termasuk orang yg mencintai Allah dengan tulus ikhlas."
   "Ya benar, Tuan termasuk orang yang mencintai Allah namun akibat Tuan terlalu syang kepada anak putrimu , maka sejak itu Tuan terhapus dari golongan pecinta Allah swt," jawab malaikat.
   Akhirnya menangislah syam'un ia bermunajat di dalam mimpinya,"Ya Allah ,seandainya putriku menjadi penghalang antara aku dan Engkau, maka hilangkanlah ia dari sisiku , hingga aku dapat kembali mendekatkan diri dengan Kasih dan Kemuliaan-Mu.
  Disaat itu pula , terdengar olehnya suara jeritan,"Celaka" maka terbangunlah syam'un dan bertanya ,"Jeritan apakah itu?"
  "Putrimu jatuh dari atas Loteng dan langsung meninggal dunia," jawab mereka yang ada di sekitarnya.
Lalu Syam'un berkata,"Segala Puji bagi Allah yang telah menyingkirkan penghalangku untuk dapat taqarrub kepada-Nya."

Hubungan Akhlak dengan Tasawuf


 Dalam tasawuf diajarkan berbagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghilangkan nafsu-nafsu kotor serta mengisi kekosongan hati antara lain dengan Riyadhah (latihan) dan Mujahadah (bersungguh-sungguh) sebagai sarana untuk melawan hawa nafsu yang akan menyesatkan manusia.
  para ilmu tasawuf pada umumnya membagi tasawuf menjadi tiga bagian yaitu tasawuf falsafi, tasawuf akhlaqi, tasawuf  'amali. ketiga macam tasawuf ini mempunyai tujuan yg sama yaitu mendekatkan diri kepada Allah dengan cara membersihkan diri dari perbuatan yg tercela dan menghiasi diri dengan perbuatan yang terpuji
berikut ini penjelasan dari ketiga tasawuf tersebut :
  • Tasawuf falsafi  : pendekatan yang menggunakan rasio atau akal pikiran. tasawuf ini menggunakan bahan  - bahan kajian atau pemikiran yang terdapat dalam kalangan para filosof, seperti filsafat tentang Tuhan, Manusia, dan hubungan manusia dengan Tuhan.
  • Tasawuf Akhlaqi : pendekatan yang menggunakan Akhlak yang terdiri dari
a. Takhalli : tahap pembersihan diri dan pengosongan jiwa dari sifat- sifat tercela
b. Tahalli (ح) : tahap penghiasan diri dengan sifat - sifat terpuji dan akhlaqul karimah yang dapat dilakukan         dengan memperkokoh sifat qanaah, tawakal, zuhud, wara', sabar, dan syukur.
c. Tajalli : terbukanya dinding penghalang yang membatasi manusia dengan Tuhan sehingga mencpai sinar ilahi. secara khusus tajalli berarti makrifatullah, melihat dengan mata hati, dengan rasa, . inilah puncak kebahagiaan seseorang sehingga berhasil mencapai thuma'ninatul qalb.
  • Tasawuf 'Amali : pendekatan amaliah wirid , yang selanjutnya mengambil bentuk thariqat.

Selasa, 18 Juni 2013

Maqamat dalam Tasawuf

   Kata maqamat berasal dari bahasa Arab yang berarti tempat orang berdiri atau pangkal mulia. selanjutnya istilah ini digunakan untuk arti jalan panjang yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk berada dekat dengan Allah. dalam bahasa Inggris maqamat dikenal dengan nama stages yang berarti tangga.
 Abi said bin Abi al- Khair slah seorang sufi abad ke-4H menyatakan bahwa maqamat itu ada 40 (Al-maqamat arba'in)yaitu :

  • niat
  • Inabat (penyesalan)
  • Tobat
  • Iradat (kendali diri)
  • Mujahadah (perjuangan batin)
  • Muraqabah (mawas diri)
  • Sabar
  • Dzikir
  • Rida'
  • Mukhalafat an-nafs (melawan hawa nafsu)
  • Mufakat
  • Taslim
  • Tawakal
  • Zuhud
  • Ibadah
  • Wara'(menjauhi yang tak halal)
  • Ikhlas
  • Sidiq (benar/jujur)
  • Al-Khauf (takut akan kemurkaaan Allah)
  • Raja' ( Mengharapkan Rahmat Allah)
  • Fana (peleburan diri)
  • Baka (hidup kekal)
  • 'ilm al yaqin (ilmu yakin)
  • haqqa al yaqin (benar-benar yakin)
  • makrifat atau mengenal
  • Juhd (Usaha keras)
  • wilayat (kewalian)
  • Mahabbah atau Cinta 
  • wijd (ekstase)
  • qurb (kedekatan)
  • tafakur (perenungan)
  • wisal ( kontak atau hubungan)
  • kasyf (tersingkapnya hijab atau dinding yang membatasi hati manusia dengan Allah)
  • Khidmat ( pelayanan)
  • tajrid atau tajarrud (pembersihan diri)
  • tafrid (kesendirian)
  • inbisat (perluasan )
  • tahkik (penentuan kebenaran)
  • nihayat (tujuan akhir yang luhur)
  Menurut Abu Bakar  al-Kalabazi menyebutkan bahwa maqamat itu ada sepuluh yaitu :

  • tobat
  • Zuhud
  • sabar
  • fakir (miskin)
  • tawadhu'(rendah hati)
  • takwa
  • Ridha
  • Mahabbah (cinta)
  • makrifat
     Istilah Maqamat di dalam ilmu tasawuf adalah jalan yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan melalui beberapa tahapan.
  Menurut Abu Nasr as-sarraj at-tusi dalam bukunya Kitab Al-Luma'(bekal Hidup)bahwa maqam itu ada tujuh yaitu :

  • Tobat artinya memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan dan dosa-dosa yg telah dikerjakan
  • Wara' artinya meninggalkan segala keragu-raguan antara yang halal dan haram (syubhat)
  • Zuhud artinya Pola hidup yang menghindari dan meninggalkan keduniawian karena ibadah kepada Allah serta lebih mencintai kehidupan akhirat
  • Fakir artinya Tidak meminta lebih dari apa yang telah diberikan Allah
  • Sabar artinya sabar dalam menjalankan perintah-perintah Allah sabar dalam menahan diri dari semua perbuatan jahat dan sabar ketika menerima cobaan-cobaan dari Allah.
  • Tawakal artinya bersandar atau mempercayakan diri kepada Allah dalam menghadapi setiap kepentingan
  • Ridha' adalah rela menerima segala apa yang telah ditentukan oleh Allah dan ditakdirkan oleh Allah. dan rela berjuang dijalan-Nya ,rela membawa kebenaran dan berkorban dengan harta dan pikiran dan jiwa
  Al-Ghazali menjelaskan bahwa untuk mencapai akhlak yg baik seseorang harus mengupayakan melalui jiwa atau pembiasaan, terutama dengan menghilangkan hawa nafsu.
 hal ini terkait dengan konsep Al-Ghazali tentang kebahagiaan yang dicapai melalui dua hal yaitu perbuatan (amali) dan pengetahuan ('ilmi).Amal dimaksudkan untuk membersihkan jiwa dan menghilangkan hawa nafsu yang dapat menimbulkan kesenangan pada dunia (Hubb ad - dun ya). sedangkan ilmu yang dimaksudkan untuk dapat menghasilkan kesempurnaan amal itu sendiri.

Asal Usul Tasawuf

Adapun asal usul tasawuf menurut pendapat para ahli antara lain sebagai berikut :

  • Tasawuf berasal dari kata saff yg artinya barisan dalam shalat berjamaah. alasannya seorang sufi mempunyai iman yang kuat, jiwa yang bersih , dan selalu memilih saf terdepan dalam shalat berjamaah
  • Saufanah yaitu sejenis buah-buahan yang berbulu ,yang banyak tumbuh di gurun pasir Arab saudi. pengambilan kata ini karena orang sufi  banyak memakai pakaian berbulu. dan mereka hidup dalam kegersangan fisik namun subur batinnya.
  • suffah artinya pelana yang digunakan oleh para sahabat Nabi Saw.yang miskin untuk bantal tidur diatas bangku batu di samping masjid nabawi di Madinah. versi lain menyebutkan bahwa suffah artinya suatu kamar disamping masjid nabawi yg disediakan untuk para sahabat Nabi dari golongan Muhajirin yg miskin. penghuni suffah disebut ahl-as-shuffah. mereka mempunyai sifat teguh dalam pendirian , takwa, wara', zuhud , dan tekun beribadah.
  • safwah berarti suatu terpilih atau terbaik.
  • safa atau safw yang artinya bersih atau suci . maksudnya kehidupan seorang sufi lebih banyak diarahkan pada penyucian batin untuk mendekatkan diri kepada Allah,sebab Allah tidak bisa didekati kecuali oleh orang yg suci.
  • theosophi (theo : tuhan, sophos : hikmat) yang artinya hikmah ketuhanan, sebab ajaran tasawuf banyak membicarakan masalah ketuhanan.
  • suf artinya wol/ kain bulu kasar . disebut demikian karena orang - orang sufi banyak yang suka memakai pakaian yang terbuat dari bulu binatang sebagai lambang kemiskinan dan kesederhanaan.
   Menurut Al-Junaid al-baghdadi (w.298 H/910 M) tasawuf ialah membersihkan hati dari sifat yg menyamai binatang dan melepaskan akhlak yg fitri, menekankan sifat Basyariyah (kemanusiaan), menjauhi hawa nafsu, memberikan tempat bagi sifat - sifat kerohanian , berpegang pada ilmu kebenaran, mengamalkan sesuatu yg lebih utama atas dasar keabadiannya, memberikan nasihat kepada umat , benar-benar menepati janji kepada Allah, dan mengikuti Syariat Rasulullah Saw.
  Menurut Ahmad Amin tasawuf ialah bertekun dalam beribadah, berhubungan langsung dengan langsung , menjauhkan diri dari kemewahan duniawi, berlaku zuhud terhadap yang diburu oleh orang banyak (seperti kelezatan dari harta benda )dan menghindarkan diri dari makhluk di dalam khalwat (pengasingan diri) untuk beribadah.
  Menurut Imam Ghazali dalam bukunya Ihya' Ulumuddin menerangkan bahwa ilmu tasawuf adalah ilmu yang membahas cara- cara seseorang mendekatkan diri kepada Allah. 

Tasawuf

A.pengertian tasawuf
 perkataan tasawuf dalam bahasa asing disebut mystic atau sufism, berasal dari kata suf yakni wol kasar yang dipakai oleh seorang muslim yang berusaha dengan berbagai upaya yang telah ditentukan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Orang yg melakukan upaya demikian disebut sufi dan ilmu yang menjelaskan upaya serta tingkatan - tingkatan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan yang ditempuh disebut ilmu tasawuf.
 Ilmu tasawuf adalah ilmu yg menjelaskan tata cara pengembangan rohani manusia dalam rangka usaha mencari dan mendekatkan diri kepada Allah. dengan perkembangan rohani , kaum sufi ingin menyelami makna syariah lebih mendalam dalam rangka menemukan hakikat agama dan ajaran agama islam. bagi kaum sufi yang mementingkan syariat dan hakikat sekaligus , shalat misalnya tidaklah hanya sekedar pengucapan sejumlah kata dalam gerakan tertentu tetapi adalah dialog spirituak antara manusia dengan Tuhan.

at taftazani ,seorang pengamat atau peneliti tasawuf dalam bukunya pengantar tasawuf islam ia hanya menyebut sifat khas tasawuf. menurut at taftazani tasawuf mempunyai lima ciri yaitu :
  • memiliki nilai moral
  • pemenuhan fana (sirna,lenyap)dalam realistik mutlak
  • pengetahuan intuitif (berdasarkan bisikan hati) langsung
  • Timbulnya rasa kebahagiaan sebagai karunia Allah dalam diri sufi karena tercapainya maqomat (beberapa tingkatan perhentian)dalam perjalanan sufi menuju mendekati Tuhan
  • Penggunaan lambang - lambang pengungkapan (perasaan) yang biasanya mengandung pengertian harfiah dan tersirat. 

Senin, 17 Juni 2013

A. Hukum
 Secara etimologi kata hukum berarti mencegah atau memutuskan atau dapat juga diartikan, menetapkan sesuatu atas sesuatu atau memindahkan sesuatu dari padanya.
    menurut terminologi ushul fiqh dalam kata hukum berarti ketentuan Allah dan Rasul-NYA yang berhubungan dengan amal perbuatan orang Mukallaf , baik berupa perintah, larangan , anjuran untuk melakukan atau anjuran untuk meninggalkan .
   takhyir berarti kebolehan bagi seorang mukallaf untuk memilih antara melakukan dan tidak melakukan. atau ketentuan yang menetapkan sebagai suatu sebab ,syarat atau mani' (penghalang).
B. Pembagian Hukum
 secara garis besar para ulama ushul fiqh membagi hukum menjadi dua sebagai berikut
 a. Hukum taklifi yakni hukum yang mengandung tuntunan (perintah atau larangan) untuk dikerjakan atau ditinggalkan
b. Hukum wad'hi yakni hukum yang mengandung sebab, syarat ,sah , batal, berat , ataupun ringan