A. Pengertian Al Mu’minun
Secara bahasa, iman berarti membenarkan (tashdiq),
sementara menurut istilah adalah “Mengucapkan
dengan lisan , membenarkan dalam hati, dan mengamalkan dalam perbuatannya.” Orang
yang beriman disebut dengan Orang Mukmin, Al Mukminun mempunyaai arti Orang –
Orang yang beriman.[1]
B.
Konsekuensi Keimanan
1.
Mencintai Allah dan
Rasulnya melebihi dari mencintai segala sesuatu termasuk dirinya sendiri.
2.
Mendengar dan
menaati semua yang datang dari Allah swt. Dan rasul-Nya tanpa merasa berat dan
tanpa memilah – milah
3.
Rida terhadap semua
yang datang dari Allah Swt. Dan Rasul –Nya , baik hal tersebut disukainya
maupun tidak disukainya tanpa menghilangkan Usaha.
4.
Loyalitas yang
penuh kepada Allah kepada Allah Swt. Rasul –Nya, Orang – orang yang beriman dan
tidak memberikan loyalitas kepada yang dibenci Allah Swt.
5.
Takut hanya kepada
Allah Swt. Takut tidak mendapat kasih sayang – Nya dan takut bermaksiat kepada
– Nya.
6.
Berhukum dengan
Syariat Allah Swt dan menolak Hukum yang bertentangan dengan syariat – Nya
7.
Selalu beramal
Shalih , meninggalkan maksiat dan berjihad dijalan- Nya untuk menegakkan
Kebenaran
C.
Sifat
– Sifat Orang beriman
1.
Jika disebut nama
Allah Swt. Bergetar hatinya karena cinta, harap dan takut kepada – Nya. Jika
dibacakan Al Qur’an bertambahlah keimanannya, dan mereka selalu bertawakkal
kepada –Nya[2]
2.
Mereka senantiasa
mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezekinya untuk orang fakir,
miskin, dan Anak yatim.
3.
Beriman kepada
rukun Iman yang enam dengan keimanan yang sempurna tanpa rasa Ragu – Ragu
sedikitpun. Berjihad dengan harta , dan jiwa raga mereka untuk menegakkan
kebenaran.
D.
Hal
– hal yang Dapat meningkatkan Keimanan
1.
Ilmu Yaitu : dengan
meningkatkan ilmu tentang mengenal Allah seperti makna dari Nama – Nama –Nya ,
sifat – Sifat-Nya dan perbuatan- Nya. Semakin tinggi ilmu pengetahuan seseorang
terhadap Allah dan kekuasaan – Nya , maka semakin bertambah tinggi Iman dan pengagungan
serta takutnya kepada Allah Swt.
2.
Merenungkan ciptaan
Allah Swt. Keindahannya , keaneka ragamannya, dan Kesempurnaan-Nya. Maka kita
akan pada simpulan : siapa yang merancang, menciptakan, dan mengatur semua ini
? Jawabannya Hanyalah Allah !
3.
Senantiasa
meningkatkan ketakwaan dan meninggalkan maksiat kepada-Nya.
E.
Buah
Keimanan
1.
Membebaskan jiwa
kita dari perbudakan manusia, dan semua makhluk menuju kemerdekaan yang hakiki,
yaitu penghambaan kepada Allah swt saja
2.
Membangkitkan
keberanian membela kebenaran , tak takut mati, serta cinta syahid.
3.
Merasa tenang
karena jelas tujuan hidupnya , yaitu
mengapai keridhaan Allah Swt. Hasilnya ia akan
mendapatkan berbagai kebaikan yang banyak di dunia sebelum kenikmatan
diakhirat kelak , berupa perlindungan –Nya, petunjuk- Nya, pertolongan –Nya,
penjagaan- Nya, mengokohkan kehidupan- Nya dan datang barakah (kebaikan yang banyak) baik dari langit
maupun dari Bumi untuknya.
4.
Hidupnya berada
dalam ketenangan lahir batin , karena ia hidup dalam cahaya Hidayah Allah Swt.
Sehingga ia tidak menzalimi Orang lain maupun dirinya sendiri.[3]
Lafal dan terjemahan Surat Al Baqarah : 285
ءَامَنَ
ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۚ كُلٌّ
ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ
بَيۡنَ أَحَدٖ مِّن رُّسُلِهِۦۚ وَقَالُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ غُفۡرَانَكَ
رَبَّنَا وَإِلَيۡكَ ٱلۡمَصِيرُ ٢٨٥
Artinya : Rasul
telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian
pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka
mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang
lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan
kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada
Engkaulah tempat kembali"
A.
Lafal dan terjemahan Surat Al Anfal : 2 – 4
إِنَّمَا
ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَإِذَا
تُلِيَتۡ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتۡهُمۡ إِيمَٰنٗا وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ
يَتَوَكَّلُونَ ٢ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ
يُنفِقُونَ ٣ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ حَقّٗاۚ لَّهُمۡ دَرَجَٰتٌ عِندَ
رَبِّهِمۡ وَمَغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ ٤
Artinya :
2.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut
nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya
bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka
bertawakkal
3.
(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian
dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka
4.
Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan
memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta
rezeki (nikmat) yang mulia
a) Tafsir Surat al Anfal : 2 – 4
Sesungguhnya orang – orang mukmin yang sempurna Imannya
ialah orang – orang yang apabila disebut nama Allah bergetar hatinya, apabila
dibacakan ayat – ayat –Nya bertambahlah iman mereka, mereka yang mendirikan
Shalat, Membelanjakan Hartanya di Jalan Allah sebagai bentuk ketaatan kepada
Allah.[1]
B. Isi kandungan Surah Al Anfal : 2 – 4
Surat ke – 8 Adalah
surah Al Anfal terdiri dari 75 ayat, termasuk dalam surat Madaniyah. Surah ini
dinamakan al Anfal karena kata – kata al Anfal terdapat pada permulaan Surat
ini dan yang paling menonjol dalam surat ini adalah Harta Rampasan perang.
Surat ini juga dinamakan Surat Badaratul Kubra, kaarena diturunkan
berkenaan dengan perang badar Kubra, yang terjadi pada tahun kedua hijriah.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena dialah yang menentukan jalan
sejarah perkembangan islam. Pada waktu itu Umat Islam dalam peperangan ini
memperoleh harta Rampasan yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, timbullah masalah
bagaimana membagi harta rampasan perang itu.[2]
C.
Hikmah
yang dapat diambil dari Surah al Anfal 2 – 4
1.
Perintah untuk
bertakwa kepada Allah dan perintah untuk memperbaiki diri
2.
Iman akan bertambah
dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan
3.
Diantara kaum
mukminin ada yang sempurna imannya dan ada yang kurang
4.
Diantara sifat
Orang mukmin yang sempurna imannya adalah apa – apa yang disebutkan pada ayat
kedua dan seterusnya dalam surat ini[3]
D.
Lafal
dan terjemahan Surat At Taubah : 71 - 72
وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ
وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتُ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ يَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ
وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ
وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ سَيَرۡحَمُهُمُ ٱللَّهُۗ إِنَّ
ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٞ ٧١ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ
جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا وَمَسَٰكِنَ
طَيِّبَةٗ فِي جَنَّٰتِ عَدۡنٖۚ وَرِضۡوَٰنٞ مِّنَ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۚ ذَٰلِكَ هُوَ
ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ٧٢
Artinya :
71. Dan
orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah)
menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang
ma´ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan
mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah;
sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
72. Allah
menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat)
surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan
(mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ´Adn. Dan keridhaan Allah adalah
lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar
E. Lafal Surah Al Mu’minun ayat 1 – 11
قَدۡ
أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي صَلَاتِهِمۡ خَٰشِعُونَ ٢ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنِ ٱللَّغۡوِ مُعۡرِضُونَ ٣
وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِلزَّكَوٰةِ فَٰعِلُونَ ٤
وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ ٥ إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ
أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ ٦ فَمَنِ
ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ ٧ وَٱلَّذِينَ هُمۡ
لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ ٨ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمۡ
يُحَافِظُونَ ٩ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ
ٱلۡوَٰرِثُونَ ١٠ ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡفِرۡدَوۡسَ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ١١
Artinya :
1.
Sesungguhnya
beruntunglah orang-orang yang beriman.
2.
(yaitu) orang-orang
yang khusyu´ dalam sembahyangnya
3.
dan orang-orang yang
menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.
4.
dan orang-orang yang
menunaikan zakat
5.
dan orang-orang yang
menjaga kemaluannya
6.
kecuali terhadap
isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka
dalam hal ini tiada tercela
7.
Barangsiapa mencari
yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas
8.
Dan orang-orang yang
memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya
9.
dan orang-orang yang
memelihara sembahyangnya
10. Mereka
itulah orang-orang yang akan mewarisi
11. (yakni)
yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya
F.
Lafal
Surah Al Hujurat ayat 15
إِنَّمَا
ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمۡ
يَرۡتَابُواْ وَجَٰهَدُواْ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِۚ
أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ ١٥
Artinya :
Sesungguhnya
orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada
Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang
(berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang
yang benar
G.
Isi
kandungan Surah Al Hujurat
Surah al Hujurat terdiri atas 18 ayat, termasuk golongan
surat madaniyyah, diturunkan sesudah surah Al Mujadalah. Surat ini diambil dari
ayat 4 dari kata al hujurat . ayat tersebut mencela para sahabat yang memanggil
Nabi Muhammad yang sedang berada di
dalaam kamar rumahnya bersama Istrinya. [4]
H.
Tafsir
Surah Al Hujurat ayat 15
Dalam ayat ini
Allah Taa’ala memperkenalkkan kepada
mereka dengan Iman yang benar sebagai ajakan kepada mereka agar mereka beriman,
mereka yang beriman tidak ragu – ragu selamanya dalam keshahihan apa yang
mereka Imani. Mereka memerangi jiwa mereka , maka bersiap – siaplah untuk
melaksanakan kewajiban syariat, baik dalam waktu senang maupun sususah sebagai
mana mereka juga berjihad. Berperang bukan untuk tujuan materi melainkan untuk
mencari Ridha Allah untuk meninggikan kalimat Allah dalam pengakuan Iman mereka[5]
I.
Hadist
Tentang Amal dan Pertanggung Jawaban Manusia
1)
HR. Muslim 4816
حَدَّثَنَا
أَبوُ بَكْرِ بْنِ أَبِيْ شَيْبَة وَبْنُ نُمَيْرٍ قا لَ حَدَّ ثَنَا عَبْدُ الله
بْنِ إِدْ رِيسَ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَ بْنِ حَبَّانَ عَنْ الأَعْرَجِ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَة قَا لَ رَسُولُ الله
صَلىَ اللهُ عَلَيهِ وَ سَلَّمَ الْمُؤْمِنُ الْقَوِيَّ خَيْرٌ وَ أَحَبُّ
إِلَى اللهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَعِيْفْ
وَ فِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعْنْ بِالله وَلاَ
تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَا بَكَ شَيءٌ فَلاَ تَقَلْ لَوْ أَنِّيْ فَعَلْتُ كَا نَ
كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ الله وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ
تَفَّتَحُ عَمَلَ الشَيْطَانِ
Telah bercerita kepada kami Abu
Bakar Bin Abi syaibah bin Numair telah bercerita kepada kami Abdullah bin Idris
dari Rabi’ah bin ‘Utsman dari Zaid bin Muhammad bin Yahya bin Habban dari ‘Araj
dari Abu Hurairah berkata Rasulullah saw bersabda : Orang mukmin yang kuat
lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah Swt daripada orang mukmin yang lemah
pada masing – masing memang terdapat kebaikan.Capailah dengan sungguh – sungguh
apa yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla dan
janganlah kamu menjadi orang yang lemah apabila kamu tertimpa suatu kemalangan,
maka janganlah kamu mengatakan, “
seandainya tadi saya berbuat begini dan
begitu, niscaya tak akan menjadi begini dan begitu tetapi katakanlah ; ini sudah
takdir Allah dan apa yang dikehendaki – Nya pasti akan dilaksanakan – Nya
Karena sesungguhnya ungkapan kata ‘law’ (seandainya) akan membukakan jalan bagi godaan syetan.
[1] Al Imam
Jalaluddin al Mahalli, Tafsir Jalalain ,
(Surabaya : PT ELBA FITRAAH MANDIRI SEJAHTERA, 2010) hlm 682
[2] Departemen
Agama Republik Indonesia, Al qur’an dan
Tafsirnya, (Yogyakarta : PT DANA BHAKTI WAKAF, 1991) hlm 689
[4] Departemen Agama Republik Indonesia, Al qur’an dan Tafsirnya, (Yogyakarta : PT DANA BHAKTI WAKAF, 1991) Hlm 415
Tidak ada komentar:
Posting Komentar