A. Pengertian Sumber Belajar
Sumber
– sumber belajar adalah ialah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai
tempat atau asal untuk belajar seseorang. Belajar pada hakekatnya adalah
mendapatkan hal – hal yang baru.[1]
Menurut Arif S. Sadiman (1989) sumber belajar adalah segala macam sumber yang
ada di luar diri seseorang (peserta didik) dan
yang memungkinkan / memudahkan terjadinya proses belajar. Menurut Edgar
Dale sumber belajar adalah segala sesuatu yang adapat dimanfaatkan untuk
memfasilitasi belajar seseorang.[2]
Association for Education and Communication Technology (AECT )
memaparkan bahwa sumber belajar adalah segala sesuatu yang mendukung terjadinya
proses belajar, termasuk sistem pelayanan , bahan pembelajaran, dan lingkungan.
Sumber belajar tidak hanya terbatas pada bahan dan alat , tetapi juga mencakup
tenaga , biaya, dan fasilitaas.[3]
Dari
beberapa pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sumber belajar merupakan segala sesuatu yang
digunakan di dalam dunia pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan
belajar individu maupun kelompok. Sumber belajar PAI adalah segala
sesuatu yang menjadi dasar seseorang dalam belajar baik dari lingkungan, al
Quran dan Assunah, Manusia dan sejarah .
B. Jenis – Jenis Sumber Belajar PAI
1.
Al Qur’an dan As Sunnah
Allah Swt telah memerintahkan Hamba-Nya untuk menjadikan
Al Qur’an dan As Sunnah sebagai sumber pertama ilmu pengetahuan. Hal ini
dikarenakan keduanya langsung dari sisi Allah Swt dan dalam pengawasannya,
sehingga terjaga dari kesalahan, dan terbebas dari segala vested interest apapun. Kewajiban mengaambil ilmu dari keduanya
disampaikan Allah Swt melalui berbagai perintah untuk memikirkan ayat –
ayatnya, dan menjadikan Nabi Saw sebagai pemimpin dalam segala Hal[4].
tercantum dalam
Qs. Luqman : 1 – 3
الٓمٓ
١ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡحَكِيمِ
٢ هُدٗى وَرَحۡمَةٗ لِّلۡمُحۡسِنِينَ ٣
Artinya :
1.
Alif Laam Mii
2.
Inilah
ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmat
3.
menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang
yang berbuat kebaikan
Tercantum
dalam Qs.
Al Ahdzab : 21
لَّقَدۡ
كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ
وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا ٢١
Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah
itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat)
Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
2.
Alam Semesta
Allah Swt memerintahkan manusia untuk memikirkan alam
semesta dan mengambil berbagai hukum serta manfaat darinya. tercaantum dalam
Qs. Al Imran : 190 -192
إِنَّ
فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ
لَأٓيَٰتٖ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ١٩٠ ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا
وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ
رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَٰذَا بَٰطِلٗا سُبۡحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ١٩١ رَبَّنَآ
إِنَّكَ مَن تُدۡخِلِ ٱلنَّارَ فَقَدۡ أَخۡزَيۡتَهُۥۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ
أَنصَارٖ ١٩٢
Artinya :
(190) Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal
(191) (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah
sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan
tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami,
tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari siksa neraka
(192) Ya Tuhan kami, sesungguhnya
barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau
hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun
3.
Dari Manusia
Allah Swt memerintah agar manusia memperhatikan tentang
proses penciptaannyaa, baik secara fisiologis : Fisik tercantum dalam[5]
Qs. At Thariq : 5
فَلۡيَنظُرِ
ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ٥
Artinya : Maka hendaklah manusia
memperhatikan dari apakah dia diciptakan
Maupun
Psikologis : Jiwa manusia tersebut
tercantum dalam
Qs. Asy – Syams : 7 – 10
وَنَفۡسٖ
وَمَا سَوَّىٰهَا ٧ فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَىٰهَا ٨ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّىٰهَا ٩ وَقَدۡ خَابَ
مَن دَسَّىٰهَا ١٠
Artinya :
(7) Dan jiwa
serta penyempurnaannya (ciptaannya)
(8) maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu
(jalan) kefasikan dan ketakwaannya
(9) Sesungguhnya beruntunglah
orang yang mensucikan jiwa itu
(10) Dan sesungguhnya merugilah
orang yang mengotorinya
Manusia yang memiliki cipta , rasa, dan karsa
ini dapat mempengaruhi anak yang sedang dalam belajar. Pengaruh ini terjadi
dalam pergaulan dengan anak, orang. Manusia disini dapat berdiri sebagai sumber
belajar, karena sebagai tempat untuk mendpatkan sesuatu yang baru bagi anak
atau orang lain. Manusia sebagai sumber belajar ini terdapat dalam tiga
lingkungan pendidikan yaitu[6]
:
a)
Lingkungan Keluarga
b)
Lingkungan Sekolah
c)
Lingkungan Masyarakat
4.
Sejarah
Allah Swt memerintahkan manusia agar melihat kebenaran
wahyu – Nya melalui lembar – lembar sejarah. Tercantum dalam Qs. Yusuf : 111
لَقَدۡ
كَانَ فِي قَصَصِهِمۡ عِبۡرَةٞ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِۗ مَا كَانَ حَدِيثٗا
يُفۡتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصۡدِيقَ ٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَتَفۡصِيلَ كُلِّ شَيۡءٖ
وَهُدٗى وَرَحۡمَةٗ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ١١١
Artinya : Sesungguhnya pada
kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai
akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan
(kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai
petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
Jika manusia masih ragu akan kebenaran wahyu –Nya , dan
masih Ragu akan datangnya hari pembalasan, maka perhatikanlah kaum Nuh, Hud,
Shalih, Firaun dan sebagainya , yang
kesemuanya keberadaannya dibenarkan dalam sejarah hingga saat ini.
C. Fungsi Sumber
Belajar PAI
1.
Meningkatkan Produktivitas pembelajaran, dengan jalan :
-
Mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk
menggunakan waktu secra lebih baik.
-
Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi,
sehingga dapat lebih banyak membina dan
mengembangkan gairah belajar siswa
2.
Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih
individual, dengan jalan :
-
Mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional
-
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai
dengan kemampuannya.
3.
Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap
pembelajaraan, dengan jalan :
-
Peerancangan program pembelajaran yang lebih sistematis
-
Pengembangan Bahan
pengajaran yang dilandasi dengan penelitian
4.
Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan :
-
Meningkatkan kemampuan sumber belajar
-
Penyajian informasi dan bahan secara lebih konkrit
5.
Memungkinkan belajar secara Seketika, yaitu :
-
Mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat
verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya konkrit
-
Memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung
6.
Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas ,
yaitu :
-
Penyajian informasi yang mampu menembus batas geografis.[7]
D. Kriteria Memilih Sumber Belajar
Pemilihan
sumber belajar secara umum terdiri dari
dua macam ukuran , yaitu kriteria Umum dan kriteria berdasarkan Tujuan yang
hendak dicapai. Kedua kriteria pemilihan sumber belajar tersebut berlaku baik
untuk sumber belajar yang dirancang (by
design) , maupun sumber belajar yang dimanfaatkan (By Utilization)[8]
1.
Kriteria Umum sumber belajar diantaranya :
ü Ekonomis dalam
pengertian murah, amksudnya tidak terpatok pada harganya yang selalu rendah,
tapi dapat juga pemanfaatannya dalam jangka panjang
ü Praktis dan
sederhana , artinya tidak memerlukan pelayanan sampingan yang sulit dan langka
ü Mudah di peroleh
, dalam artian sumber belajar itu dekat, tersedia dimana – mana dan tidak perlu
diadakan dan dibeli.
ü Bersifat
Fleksibel artinya dapt dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan
tidak dipengaruhi oleh faktor luar misalnya kemajuan teknologi, nilai , budaya
, dan komponen lainnnya.
ü Komponen – komponennya sesuai dengan tujuan ,
hal ini untuk menghindari hal – hal yang ada di luar kemampuan guru.
2.
Kriteria berdasarkan tujuan sumber belajar yaitu :
ü Sumber belajar
Guna memotivasi
ü Sumber belajar
untuk pengajaran
ü Sumber belajar
untuk penelitian
ü Sumber belajar
untuk pemecahan masalah
ü Sumber belajar
untuk presentasi
E. Strategi Penggunaan Sumber Belajar
Strategi
dalam menggunakan sumber belaajar , seorang guru harus mampu mengidentifikasi
berbagai karakteristik sumber belajar yang digunakan. Langkah – langkah yang
harus dilakukan adalah[9]
:
Ø Mengidentifikasi
karakteristik sumber belajar yang akan digunakan aagar sumber belajar tersebut
dapat menunjang kelancaran proses pembelajaran daalam mencapai tujuan
pembelajaran , sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran tersebut dengan
lencar (bermakna).
Ø Sumber belajar
yang digunakan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang memenuhi dari tiga
aspek yaitu kognitif, afektif, psikomototik.
Ø Sumber belajar
yang digunakan disesuaikan dengan kemampuan guru
Ø Sumber belajar
yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Hal terpenting dalam
merancang sumber belajar adalah menyesuaikan dengan kebutuhan siswa.
F.
Pembagian ilmu yang wajib dipelajari
Islam membagi
Ilmu yang wajib dipelajari ke dalam dua kelompok yaitu[10]
:
1.
Fardhu ‘ain yaitu Ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap
muslim tanpa terkecuali diantaranya :
akidah, Ibadah, tazkiyah – nafs , akhlak, dan lain – lain. Ilmu ini wajib
dipelajari dan harus dimiliki oleh setiap orang agar kehidupan pribadinya
selamat di dunia dan akhirat, dan agar kehidupan bermasyarakat pun menjadi
terjaga dan berjalan dengan baik.
2.
Fardhu Kifayah yaitu ilmu yang
mewajibkan untuk dipelajari oleh sebagian kaum muslimin sehingga terpenuhinya
kecukupan atau kebutuhan akan ilmu tersebut. Seperti ilmu alam , sosiaal,
hadis, tafsir, bahasa arab , dll.
G. Pengertian Media Pembelajaran PAI
Kata
Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk
jamak dari kata medium yang secara
Harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim
ke penerima pesan.[11]
Menurut Oemar Hamalik Media pembelajaran adalah suatu bagian integral dari
proses pendidikan di sekolah. Dan karena itu menjadi suatu bidang yang harus
dikuasai oleh setiap guru professionil.[12]
Menurut Gagne (1970) Menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen
dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.
H. Nilai dan Manfaat Media Pembelajaran
Media
pembelajaran dapat mempertinggi haasil
belajar siswa. Aada beberapa alasan , mengapa media pembelajaran dapat
mempertinggi proses belajar siswa. Manfaat media pembelajaran antara lain[13]
:
1.
Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga
dapat menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar
2.
Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat
lebih dipahami oleh para siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan
pengajaran lebih baik.
3.
Metode mangajar akan lebih bervariasi , tidak semata –
mata komunikasi verbal melalui penuturan kata – kata oleh guru, sehingga siswa
tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga , apabila guru mengajar untuk
setiap jam pelajaran.
4.
Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab
tidak hanya mendengarkan uraian guru , tetapi juga aktivitas lain seperti
mengamati, melakukan , mendemonstrasikan, dan
lain – lain.
Nilai Media
pembelajaran menurut Encyclopedia of educational Research , nilai media
pembelajaran yaitu[14]:
1.
Meletakkan dasar – dasar yang konkrit untuk berpikir dan
oleh karen aitu mengurangi “verbalisne”
2.
Memperbesar perhatian siswa
3.
Meletakkan dasar – dasar yang penting untuk perkembangan
belajar dan oleh karen aitu membuat pelajaran lebih menetap
4.
Memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan
kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa
5.
Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinu hal ini
terutama terdapat dalam gambar hidup
6.
Membantu tumbuhnya pengertian dan dengan demikian
membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
7.
Memberikan pengalaman
- pengalaman yang tidak mudah di peroleh dengan cara lain serta membantu
berkembangnya efisiensi yang lebih mendalam serta keragaman yang lebih banyak
dalam belajar.
I.
Fungsi Media Pembelajaran
Ada beberapa
Fungsi media pembelajaran[15]
:
1.
Fungsi educatif : dengan media pembelajaran ini dapat
memberikan pengaruh baik yang mengandung
nilai – nilai pendidikan
2.
Fungsi sosial : dengan alat media ini hubungan antara
pribadi anak dapat lebih baik lagi sebab mereka secara gotong royong dapat
bersama – sama mempergunakan alat itu.
3.
Fungsi ekonomis : dengan satu macam alat media
pembelajaran sudah dapat dinikmati oleh sejumlah anak didik dan bisa
dipergunakan sepanjang waktu.
4.
Fungsi Politis : dengan adanya Media pembelajaran ini
berarti sumber pembelajaran atau yang lain yang berasal dari pusat akan sama
sampai di daerah – daerah bahkan sama di
tiap – tiap sekolah.
5.
Fungsi seni : dengan adanya media pembelajaran ini dapat
mengenalkan macam – macam hasil budaya manusia sehngga pengetahuan anak tentang
nilai budaya manusia makin lama makin bertaambah.
J. Taksonomi Media
Pada
dasarnya media yang banyak digunakan untuk
kegiatan pembelajaran adalah media komunikasi. Oleh karena itu dalam pembahasan
taksonomi ini akan digunakan taksonomi yang dikemukakan oleh Haney
dan Ulmer (1981). Dalam melakukan pengklasifikasian media dapat dilihat
dari Bentuk penyajian dan cara penyajiannya. Dari situlah terdapat sebanyak
Tujuh kelompok media pembelajaran yaitu[16]
v Kelompok Pertama
a)
Media Grafis :
Media vIsual yang menyajikaan fakta , ide, atau gagasan melalui penyajian
penyajian kata – kata , kalimat angka dan simbol gambar. Contoh : Grafik ,
diagram , poster, bagan , skeetsa, Papan flanel , Bulletin Board
b)
Media Bahan Cetak : Media Visual yang pembuatannya
melalui proses pencetakan printing / offset. Contoh : Buku teks, Modul , bahan
Pengajaran Terprogram.
c)
Media Gambar Diam : Media Visual yang berupa Gambar yang
dihasilkan melalui Proses Fotografi. Contoh : Foto
v Kelompok Kedua
Media Proyeksi
Diam : Media Visual yang diproyeksikan atau media yang memproyeksikan pesan ,
dimana hasil proyeksinya tidak bergerak atau memiliki sedikit unsur gerakan.
Contoh OHP/ OHT, Slide dan Filmstrip.
v Kelompok Ketiga
Media Audio : media penyampaian pesannya
hanya dapat diterima oleh indera pendengaran. Contoh : Radio, Media alat
perekam Pita Magnetik.
v Kelompok Keempat
Media Audio Visual Diam : Media yang
penyampaian pesannya dapat diterima oleh indera pendengaran dan indera
penglihatan akan tetapi gambar yang dihasilkan adalah gambar diam atau sedikit
memiliki unsur gerak.
v Kelompok Kelima
Film : gambar hidup yaitu serangkaian
gambar diam yang meluncur secra cepat dan di proyeksikan sehingga menimbulkan
kesan hidup dan bergerak.
v Kelompok Keenam
Televisi adalah Media yang dapat
menampilkan pesan secraa audiovisual dan gerak.
v Kelompok Ketujuh
a)
Multimedia : suatu
sistem penyampaian dengan menggunakan berbagai jenis bahan belajar yang
membentuk satu unit atau paket.
b)
Media Objek : Media tiga dimesni yang menyampaikan
informasi tidak dalam bentuk penyajian ,
melainkan melalui ciri fisiknya sendiri.
[1] Roestiyah N. K. , Masalah – Masalah Ilmu Keguruan,
(Jakarta : Bina Aksara , Agustus 1982) hlm 60
[2] Ahmad Rohani, Abu Ahmadi
, Pengelolaan Pengajaran , (Jakarta :
Rineka Cipta , 1991) hlm 152 - 154
[11] Arif S. Sadiman dkk, Media
Pendidikan : pengertian ,
pengembangan dan pemanfaatan,(Jakarta : PT Raja Grafindo persada, 2003) hlm
6
[15] Roestiyah N. K. , Masalah – Masalah Ilmu Keguruan,
(Jakarta : Bina Aksara , Agustus 1982) hlm 70
Tidak ada komentar:
Posting Komentar