Kamis, 29 Oktober 2015

Sumber, Bahan, dan Media Pembelajaran PAI

A.  Pengertian Sumber Belajar

Sumber – sumber belajar adalah ialah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat atau asal untuk belajar seseorang. Belajar pada hakekatnya adalah mendapatkan hal – hal yang baru.[1] Menurut Arif S. Sadiman (1989) sumber belajar adalah segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta didik) dan  yang memungkinkan / memudahkan terjadinya proses belajar. Menurut Edgar Dale sumber belajar adalah segala sesuatu yang adapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar seseorang.[2]
Association for  Education and Communication Technology (AECT ) memaparkan bahwa sumber belajar adalah segala sesuatu yang mendukung terjadinya proses belajar, termasuk sistem pelayanan , bahan pembelajaran, dan lingkungan. Sumber belajar tidak hanya terbatas pada bahan dan alat , tetapi juga mencakup tenaga , biaya, dan fasilitaas.[3]
Dari beberapa pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa  sumber belajar merupakan segala sesuatu yang digunakan di dalam dunia pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar individu maupun kelompok. Sumber belajar PAI adalah segala sesuatu yang menjadi dasar seseorang dalam belajar baik dari lingkungan, al Quran dan Assunah, Manusia dan sejarah .

B.  Jenis – Jenis Sumber Belajar PAI

1.      Al Qur’an dan As Sunnah

Allah Swt telah memerintahkan Hamba-Nya untuk menjadikan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai sumber pertama ilmu pengetahuan. Hal ini dikarenakan keduanya langsung dari sisi Allah Swt dan dalam pengawasannya, sehingga terjaga dari kesalahan, dan terbebas dari segala vested interest apapun. Kewajiban mengaambil ilmu dari keduanya disampaikan Allah Swt melalui berbagai perintah untuk memikirkan ayat – ayatnya, dan menjadikan Nabi Saw sebagai pemimpin dalam segala Hal[4].
 tercantum dalam Qs. Luqman : 1 – 3
الٓمٓ ١  تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡحَكِيمِ ٢  هُدٗى وَرَحۡمَةٗ لِّلۡمُحۡسِنِينَ ٣
Artinya :
1.      Alif Laam Mii
2.       Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmat
3.      menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan
Tercantum dalam Qs. Al Ahdzab : 21
لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا ٢١
Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

2.    Alam Semesta

Allah Swt memerintahkan manusia untuk memikirkan alam semesta dan mengambil berbagai hukum serta manfaat darinya. tercaantum dalam Qs. Al Imran : 190 -192
إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَأٓيَٰتٖ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ١٩٠ ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَٰذَا بَٰطِلٗا سُبۡحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ١٩١ رَبَّنَآ إِنَّكَ مَن تُدۡخِلِ ٱلنَّارَ فَقَدۡ أَخۡزَيۡتَهُۥۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٖ ١٩٢
Artinya :
(190) Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal
(191)  (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka
(192) Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun

3.    Dari Manusia

Allah Swt memerintah agar manusia memperhatikan tentang proses penciptaannyaa, baik secara fisiologis : Fisik tercantum dalam[5]
Qs.  At Thariq : 5
 فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ٥
Artinya : Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan
 Maupun Psikologis : Jiwa manusia tersebut  tercantum dalam
Qs. Asy – Syams :  7 – 10
 وَنَفۡسٖ وَمَا سَوَّىٰهَا ٧ فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَىٰهَا ٨  قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّىٰهَا ٩ وَقَدۡ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا ١٠
Artinya :
(7)  Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya)
(8) maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya
(9) Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu
(10) Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya
Manusia yang memiliki cipta , rasa, dan karsa ini dapat mempengaruhi anak yang sedang dalam belajar. Pengaruh ini terjadi dalam pergaulan dengan anak, orang. Manusia disini dapat berdiri sebagai sumber belajar, karena sebagai tempat untuk mendpatkan sesuatu yang baru bagi anak atau orang lain. Manusia sebagai sumber belajar ini terdapat dalam tiga lingkungan pendidikan yaitu[6] :
a)      Lingkungan Keluarga
b)      Lingkungan Sekolah
c)      Lingkungan Masyarakat

4.    Sejarah

Allah Swt memerintahkan manusia agar melihat kebenaran wahyu – Nya melalui lembar – lembar sejarah. Tercantum dalam Qs. Yusuf : 111
لَقَدۡ كَانَ فِي قَصَصِهِمۡ عِبۡرَةٞ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِۗ مَا كَانَ حَدِيثٗا يُفۡتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصۡدِيقَ ٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَتَفۡصِيلَ كُلِّ شَيۡءٖ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٗ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ١١١
Artinya : Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
Jika manusia masih ragu akan kebenaran wahyu –Nya , dan masih Ragu akan datangnya hari pembalasan, maka perhatikanlah kaum Nuh, Hud, Shalih, Firaun dan sebagainya , yang  kesemuanya keberadaannya dibenarkan dalam sejarah hingga saat ini.

C.   Fungsi Sumber Belajar PAI

1.      Meningkatkan Produktivitas pembelajaran, dengan jalan :
-          Mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secra lebih baik.
-          Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih  banyak membina dan mengembangkan gairah belajar siswa
2.      Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dengan jalan :
-          Mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional
-          Memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya.
3.      Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaraan, dengan jalan :
-          Peerancangan program pembelajaran yang lebih sistematis
-          Pengembangan  Bahan pengajaran yang dilandasi dengan penelitian
4.      Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan :
-          Meningkatkan kemampuan sumber belajar
-          Penyajian informasi dan bahan secara lebih konkrit
5.      Memungkinkan belajar secara Seketika, yaitu :
-          Mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya konkrit
-          Memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung
6.      Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas , yaitu :
-          Penyajian informasi yang mampu menembus batas geografis.[7]

D.  Kriteria Memilih Sumber Belajar

Pemilihan sumber belajar  secara umum terdiri dari dua macam ukuran , yaitu kriteria Umum dan kriteria berdasarkan Tujuan yang hendak dicapai. Kedua kriteria pemilihan sumber belajar tersebut berlaku baik untuk sumber belajar yang dirancang (by design) , maupun sumber belajar yang dimanfaatkan (By Utilization)[8]
1.      Kriteria Umum sumber belajar diantaranya :
ü Ekonomis dalam pengertian murah, amksudnya tidak terpatok pada harganya yang selalu rendah, tapi dapat juga pemanfaatannya dalam jangka panjang
ü Praktis dan sederhana , artinya tidak memerlukan pelayanan sampingan yang sulit dan langka
ü Mudah di peroleh , dalam artian sumber belajar itu dekat, tersedia dimana – mana dan tidak perlu diadakan dan dibeli.
ü Bersifat Fleksibel artinya dapt dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan tidak dipengaruhi oleh faktor luar misalnya kemajuan teknologi, nilai , budaya , dan komponen lainnnya.
ü  Komponen – komponennya sesuai dengan tujuan , hal ini untuk menghindari hal – hal yang ada di luar kemampuan guru.
2.      Kriteria berdasarkan tujuan sumber belajar yaitu :
ü Sumber belajar Guna memotivasi
ü Sumber belajar untuk pengajaran
ü Sumber belajar untuk penelitian
ü Sumber belajar untuk pemecahan masalah
ü Sumber belajar untuk presentasi

E.  Strategi Penggunaan Sumber Belajar

Strategi dalam menggunakan sumber belaajar , seorang guru harus mampu mengidentifikasi berbagai karakteristik sumber belajar yang digunakan. Langkah – langkah yang harus dilakukan adalah[9] :
Ø  Mengidentifikasi karakteristik sumber belajar yang akan digunakan aagar sumber belajar tersebut dapat menunjang kelancaran proses pembelajaran daalam mencapai tujuan pembelajaran , sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran tersebut dengan lencar (bermakna).
Ø  Sumber belajar yang digunakan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang memenuhi dari tiga aspek yaitu kognitif, afektif, psikomototik.
Ø  Sumber belajar yang digunakan disesuaikan dengan kemampuan guru
Ø  Sumber belajar yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Hal terpenting dalam merancang sumber belajar adalah menyesuaikan dengan kebutuhan siswa.

F.       Pembagian ilmu yang wajib dipelajari

Islam membagi Ilmu yang wajib dipelajari ke dalam dua kelompok yaitu[10] :
1.      Fardhu ‘ain  yaitu Ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim tanpa terkecuali diantaranya  : akidah, Ibadah, tazkiyah – nafs , akhlak, dan lain – lain. Ilmu ini wajib dipelajari dan harus dimiliki oleh setiap orang agar kehidupan pribadinya selamat di dunia dan akhirat, dan agar kehidupan bermasyarakat pun menjadi terjaga dan berjalan dengan baik.
2.      Fardhu Kifayah yaitu ilmu yang mewajibkan untuk dipelajari oleh sebagian kaum muslimin sehingga terpenuhinya kecukupan atau kebutuhan akan ilmu tersebut. Seperti ilmu alam , sosiaal, hadis, tafsir, bahasa arab , dll.

G. Pengertian Media Pembelajaran PAI

Kata Media  berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara Harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah  perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.[11] Menurut Oemar Hamalik Media pembelajaran adalah suatu bagian integral dari proses pendidikan di sekolah. Dan karena itu menjadi suatu bidang yang harus dikuasai oleh setiap guru professionil.[12] Menurut Gagne (1970) Menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.

H.  Nilai dan Manfaat Media Pembelajaran

Media pembelajaran dapat mempertinggi haasil  belajar siswa. Aada beberapa alasan , mengapa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa. Manfaat media pembelajaran antara lain[13] :
1.      Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar
2.      Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
3.      Metode mangajar akan lebih bervariasi , tidak semata – mata komunikasi verbal melalui penuturan kata – kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga , apabila guru mengajar untuk setiap jam pelajaran.
4.      Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru , tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan , mendemonstrasikan, dan  lain – lain.
Nilai Media pembelajaran menurut Encyclopedia of educational Research , nilai media pembelajaran yaitu[14]:
1.      Meletakkan dasar – dasar yang konkrit untuk berpikir dan oleh karen aitu mengurangi “verbalisne”
2.      Memperbesar perhatian siswa
3.      Meletakkan dasar – dasar yang penting untuk perkembangan belajar dan oleh karen aitu membuat pelajaran lebih menetap
4.      Memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa
5.      Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinu hal ini terutama terdapat dalam gambar hidup
6.      Membantu tumbuhnya pengertian dan dengan demikian membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
7.      Memberikan pengalaman  - pengalaman yang tidak mudah di peroleh dengan cara lain serta membantu berkembangnya efisiensi yang lebih mendalam serta keragaman yang lebih banyak dalam belajar.

I.     Fungsi Media Pembelajaran

Ada beberapa Fungsi media pembelajaran[15] :
1.      Fungsi educatif : dengan media pembelajaran ini dapat memberikan pengaruh baik  yang mengandung nilai – nilai pendidikan
2.      Fungsi sosial : dengan alat media ini hubungan antara pribadi anak dapat lebih baik lagi sebab mereka secara gotong royong dapat bersama – sama mempergunakan alat itu.
3.      Fungsi ekonomis : dengan satu macam alat media pembelajaran sudah dapat dinikmati oleh sejumlah anak didik dan bisa dipergunakan sepanjang waktu.
4.      Fungsi Politis : dengan adanya Media pembelajaran ini berarti sumber pembelajaran atau yang lain yang berasal dari pusat akan sama sampai  di daerah – daerah bahkan sama di tiap – tiap sekolah.
5.      Fungsi seni : dengan adanya media pembelajaran ini dapat mengenalkan macam – macam hasil budaya manusia sehngga pengetahuan anak tentang nilai budaya manusia makin lama makin bertaambah.

J.    Taksonomi Media

Pada dasarnya media yang banyak  digunakan untuk kegiatan pembelajaran adalah media komunikasi. Oleh karena itu dalam pembahasan taksonomi ini akan digunakan taksonomi yang dikemukakan oleh Haney dan Ulmer (1981). Dalam melakukan pengklasifikasian media dapat dilihat dari Bentuk penyajian dan cara penyajiannya. Dari situlah terdapat sebanyak Tujuh kelompok media pembelajaran yaitu[16]
v Kelompok Pertama
a)      Media Grafis  : Media vIsual yang menyajikaan fakta , ide, atau gagasan melalui penyajian penyajian kata – kata , kalimat angka dan simbol gambar. Contoh : Grafik , diagram , poster, bagan , skeetsa, Papan flanel , Bulletin Board
b)      Media Bahan Cetak : Media Visual yang pembuatannya melalui proses pencetakan printing / offset. Contoh : Buku teks, Modul , bahan Pengajaran Terprogram.
c)      Media Gambar Diam : Media Visual yang berupa Gambar yang dihasilkan melalui Proses Fotografi. Contoh : Foto
v Kelompok Kedua
Media Proyeksi Diam : Media Visual yang diproyeksikan atau media yang memproyeksikan pesan , dimana hasil proyeksinya tidak bergerak atau memiliki sedikit unsur gerakan. Contoh OHP/ OHT, Slide dan Filmstrip.
v Kelompok Ketiga
Media Audio : media penyampaian pesannya hanya dapat diterima oleh indera pendengaran. Contoh : Radio, Media alat perekam Pita Magnetik.
v Kelompok Keempat
Media Audio Visual Diam : Media yang penyampaian pesannya dapat diterima oleh indera pendengaran dan indera penglihatan akan tetapi gambar yang dihasilkan adalah gambar diam atau sedikit memiliki unsur gerak.
v Kelompok Kelima
Film : gambar hidup yaitu serangkaian gambar diam yang meluncur secra cepat dan di proyeksikan sehingga menimbulkan kesan hidup dan bergerak.
v Kelompok Keenam
Televisi adalah Media yang dapat menampilkan pesan secraa audiovisual dan gerak.
v Kelompok Ketujuh
a)      Multimedia  : suatu sistem penyampaian dengan menggunakan berbagai jenis bahan belajar yang membentuk satu unit atau paket.
b)      Media Objek : Media tiga dimesni yang menyampaikan informasi tidak dalam  bentuk penyajian , melainkan melalui ciri fisiknya sendiri.




[1] Roestiyah N. K. , Masalah – Masalah Ilmu Keguruan, (Jakarta : Bina Aksara , Agustus 1982) hlm 60
[2] Ahmad Rohani, Abu Ahmadi , Pengelolaan Pengajaran , (Jakarta : Rineka Cipta , 1991)  hlm 152 - 154
[3] Rudi Susilana ,  Sumber Belajar dalam Pendidikan  , (Bandung : PT IMTIMA, 2007) hlm 199
[4] Nabiel Fuad Al Musawa , Pendidikan Agma Islam, (Bandung : Syaamil Cipta Media, 2005) hlm 9
[5] Ibid.,
[6] Roestiyah N. K. , Op. Cit.,  hlm 60
[7] Rudi Susilana ,  Sumber Belajar dalam Pendidikan  , (Bandung : PT IMTIMA, 2007) hlm 201
[8] Ibid., hlm 202
[9] Ibid.,  hlm 202 - 203
[10] Nabiel Fuad Al Musawa , Pendidikan Agma Islam, (Bandung : Syaamil Cipta Media, 2005) hlm 10
[11] Arif S. Sadiman dkk,  Media Pendidikan : pengertian , pengembangan dan pemanfaatan,(Jakarta : PT Raja Grafindo persada, 2003) hlm 6
[12] Oemar Hamalik, Media Pendidikan, (Bandung : Alumni , 1982) hlm 11
[13] Nana Sudjana , Ahmad Rivai, Media Pengajaran, (Bandung : Sinar Baru bandung , 1991) hlm 2
[14] Oemar Hamalik, hlm 27
[15] Roestiyah N. K. , Masalah – Masalah Ilmu Keguruan, (Jakarta : Bina Aksara , Agustus 1982) hlm 70
[16] Rudi Susilana ,  Sumber Belajar dalam Pendidikan  , (Bandung : PT IMTIMA, 2007) hlm  209 - 217

Tidak ada komentar:

Posting Komentar